Minggu, 24 Maret 2013

PERTUMBUHAN INDUSTRI PENERBANGAN INDONESIA


Perebutan kelas menengah di dirgantara indonesia

“Perebutan kelas menengah dan atas di dirgantara indonesia” kata itulah yang sangat objektif untuk mengambarkan bertapa ketatnya persaingan dilangit indonesia, mengapa demikian?

keberhasilan pembanguna ekonomi indonesia telah memukau dunia dan banyak menuai pujian serta perbincangan dikalangan pengamat ekonomi dan instansi nasional maupun internasional, dalam hal ini; berdasarkan rilis Bank Dunia menyebutkan pertumbuhan kelas menengah di Indonesia sangat cepat. Setiap tahun kelas menengah tumbuh 7 juta setiap tahunya Laporan tersebut menyebutkan juga bahwa terjadi pergeseran yang menakjubkan dalam kelas menengah ini, tahun 2003 jumlah kelas menengah adalah 37,7 persen dari jumlah penduduk menjadi 56,5 persen pada tahun 2012 artinya ada sekitar 147 juta orang indonesia tidak miskin lagi. kelas menengah adalah kelompok manusia yang berpenghasilan  US 1000$/bulan sampai US 5000$/perbulan, atau pendapatan diperkirakan 10 juta ke samapai 50 juta/bulan,(middle income) diatas garis kemiskinan. Mereka adalah kelompok orang yang tidak lagi berpikir makan apa besok?, apa anak-anak mereka masih bisa makan?, bagaimana mencari makan? Mereka melakukan pertimbangan berdasarkan life style (semi hedoisme), produktifitas, mobilitas dan kuwalitas, serta kuantitas adalah pertimbangan ekonomi mereka.

Fenomena ekonomi inilah yang ditanggapi positif utamanya dalam hal mobilitas oleh maskapai-maskapai penerbangan tanah air, baik itu maskapai plat merah (BUMNindo) dan BUMN aing, swasta nasioanal maupun asing. Itu terlihat dari pergerakan cepat para maskapai maskapai itu dalam hal transaksi dan pembelian pesawat, ini tergambarkan oleh apa yang di lakukan oleh maskapai swasta asal indonesia LION AIR setelah pada tahun 2010 mencatatkan rekor transaksi berupa 230an pesawat berbagai tive dari BOEING sebagai raksasa produsen pesawat asal AMIRIKA SERIKAT, kini di 2013 LION AIR kembali berulah dengan mencatatkan rekor fantastis lewat pembelian 230an pesawat berbagai tive dari AIRBUS raksasa produsen pesawat EROPA asal PRANCIS, ini bukan hanya memperlihatkan agresifitas di pasar penerbangan di indonesia, ASEAN dan pasar penerbangan GLOBAL tapi lebih dari itu melibatkan kedua raksasa produsen pesawat DUNIA, yaitu BOEING dan AIRBUS, di perkirakan nilai transaksi yang fantastis ini bisa langsung mengBAILOUT atau memulihkan ekonomi, salah satu negara eropa yang sedang dilanda krisis finansial seperti CYPRUS ini bukan sekedar guyonan para ekonom ini sesuai dengan realitas yang ada, namun kenyataan yang apa dilakukan lionair ini mudah sekali diterka apa maksud LION AIR ialah untuk memancing kedua raksasa produsen pesawat ini untuk menawarkan keuangulan produk masing-masing, Yang menang sudah pasti yang berkwalitas (efektipitas dan efesiensi) sehingga menghasilkan produktifitas inilah yang di inginkan oleh CEO LION AIR @RUSDI KIRANA, selain berhasrat besar untuk melakukan ekspansi dan menguasai pasar penerbangan ASEAN. perlu diketahu ini juga dilakukan oleh maskapai penerbangan lain yang beroperasi di indonesia, belum lagi ditambah dengan pasokan dari produsen pesawat non-unggulan seperti ATR, Sukhoi, Cassa (spanyol) dan Dirgantara Indonesia (PT DI) ataupun produsen pesawat swasta lain, kepada maskapai-maskapai pernerbangan lain yang beroperasi di indonesia.

Lihat gambar pesawat yang dipakai maskapai yang beroperasi di indonesia.



Berbicara kembali pada pangsa pasar LCC (low cost carrier) dan persainagan khususnya indonesia selama ini diramaikan oleh beberapa maskapai diantanya; Lion Air, Air Asia, Garuda, Mandala, Sriwijaya, Susi Air, Wings Air, Batavia air, Merpati air dan lain-lain belum lagi ditambah pendatang baru Citylink, Malindo, Dan Batik Air dan lainya itupun masih jauh dari kata cukup mengambarkan sekali bertapa tingginya permintaan jasa tranfostasi udara ini, anda bisa melihat bertapa sengitnya persaingan di dirgantara indonesia untuk melakukan full service pada setiap costomers, Industri jasa penerbangan memang lagi prosfektif untuk masuk dalam pertimbangan para milioner dan bidikan serius para taipan di dunia khususnya negara berkembang di asia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar