Jumat, 24 Mei 2013

POSISI ANGGARAN DAN HUTANG NEGARA INDONESIA 2013

KEBIJAKAN HUTANG LUAR NEGERI INDONESIA
Sebelum kita membahas hutang negara perlu diketahui pula mengenai Anggaran pemerintah (APBN) yang didefinisikan sebagai suatu daftar atau peryataan yang terperinci tentang penerimaan dan pengeluaran Negara yang diharapkan dalam  jangka waktu tertentu sebuah anggaran dapat dijadikan tolak ukur kinerja dari pelaksanaan kebijakan anggaran pemerintah, apabila terjadi defisit dalam anggaran maka dapat diketahui strategi apa yang dapat dilakukan oleh pemerintah yang tertuang dalam format RAPBN/APBNP.
Pengertian hutang luar negeri itu muncul ketika anggaran pendapatan sebuah negara tidak cukup untuk membiayai angaran belanja negara atau sering di sebut “defisit anggaran”. Begitupun yang berlaku di indonesia pada saat ini dan setelah tumbangnya pemerintahan orde lama, Hal ini juga sering dilakukan pada pembiayaan sektor publik yang dapat berupa berbagai pinjaman luar negeri baik itu pinjaman lunak maupun pinjaman berjangka melaui berbagai lembaga keuangan internasional maupun pinjaman langsung (G to G).
1.1.Sejarah Hutang Luar Negeri Dan Indonesia.
Hutang luar negeri bukanlah istilah baru bahkan sudah di kenal sebelum PERANG DUNIA PERTAMA, secara umum merupakan opsi praktis penyelesaian kompleksitas masalah negara (sosial, ekonomi, politik) secara ekonomi dan sekaligus penyebab krisis ekonomi suatu negara, artinya di satu sisi hutang tidak dapat di hindari dalam pembangunan namun disisi lain hutang merupakan masalah yang paling dominan dalam menyeret negara kedalam jurang krisis ekonomi moneter dan menjatuhkan negara tersebut kedalam jurang krisis ekonomi fiskal, Hutang luar negeri yang dapat dilakuakn dalam dua bentuk institusi to geoverment dan geoverment to geoverment. Dengan metode/modus pendekatan fiskal dari lembaga maupun negara, “mengiring dengan dengan fiskal menjatuhkan dengan moneter dan menghempaskan dengan fiskal” adalah metode kolonialisme modern, karena apa “negara kreditur itu takut apabila dia kehilangan nasabah mereka dan ketergantungan ekonomi suatu negara terhadap mereka adalah keinginan rahasia mereka”.
Dan Munculnya istilah krisis utang luar negeri setelah Perang Dunia Kedua Pasca Perang Dunia Kedua, para pemerintah di negara-negara utara dan barat (rusia/uni soviet, amirika serikat dan negara-negara uni eropa), lewat bank-bank swasta serta lembaga keuangan internasional seperti BANK DUNIA dan IMF memberikan pinjaman utang kepada negara-negara dunia ketiga (Amerika Selatan, Afrika dan Asia) untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur maha besar seperti jalan tol, bendungan, gedung-gedung mewah, pelabuhan, dan lainnya. Mayoritas negara-negara dunia ketiga pada waktu itu juga berambisi untuk mentranformasi status masyarakat mereka dari masyarakat agraris ke masyarakat industrialis, menciptakan lapangan kerja bagi rakyat, membangun infrastruktur seperti jalan raya, bandara, pelabuhan, bendungan, menyediakan pelayanan kesehatan, pendidikan dan air bersih, jaringan listrik serta mimpi yang indah lainnya. Untuk merealisasi mimpi-mimpin tersebut, negara-negara yang baru merdeka pada saat itu berpaling kepada Bank-Bank Swasta dan negara-negara barat untuk mendapatkan pinjaman luar negeri, dengan harapan bahwa hasil penjualan sumber daya alam mereka nantinya, akan digunakan untuk membayar kembali utang tersebut, “jadi istilah krisis hutang luar negeri ini muncul karena tidak banyak negara yang mampu memberdayakan hutang dengan tepat daya dikarenakan berbagai faktor ekternal seperti intimidasi pihak asing maupun korupnya internal”.
Indonesia merupakan salah satu negara yang pernah merasakan dampak krisis akibat pengelembungan hutang negara pada dikarenakan terlalu bergantung pada blok timur dari berbagai pinjaman uni soviet, manjanya negara dengan pinjaman-pinjaman luar negeri, dan manjanya pihak swasta dengan modal asing menyebabkan indonesia harus merasakan derita karena hutang luar negeri.
Di perparah lagi, kala itu indonesia yang sedang dalam resesi ekonomi harus di hadapi oleh berbagai tekanan dan intimidasi serta iming-iming dari negara maju dan berbagai lembaga keuangan untuk meyelesaikan masalah itu dengan dengan cara credit back yang menyeret indonesia kedalam jurang  fiskal akibat adanya indikasi gagal bayar, membuat pihak swasta asing mencabut investasinya di indonesia, alhasil fundamantal ekonomi menurun drastis dan krisis ekonomipun tidak bisa di hindari, sektor makro misalnya proyek-proyek pemerintah terbengkalai, lembaga keuangan dan perusahaan besar yang di biayai dana asing adalah yang paling merasakan dampak krisis moneter kala itu setidaknya krisis perbangkan, akibat longgarnya regulasi dalam sekejab perbankan asing menjamuri pasar uang indonesia yang sedang dalam dahaga ekonomi pada saat itu adalah krisis yang paling mahal pada abad ke-19 yang di tanggung oleh dapur negara berdasarkan rilis IMF.
Sejak pemerintahan orde baru, sistem anggaran telah berubah, dari sistem anggaran defisit menjadi sistem anggaran seimbang, Perubahan sistem ini membawa konsekuensi pada politik penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Dalam sistem anggaran seimbang, besarnya pengeluaran harus sama dengan besaran penerimaan yang diperoleh Negara (NI=Go) ataupun dalam pengertia yang lebih luas, dalam hal ini konsep makro ekonomi (GDP=AD) yang di dalamnya terdapat beberapa variabel seperti C= konsumsi, I= investasi, G= pengeluaran pemerintah, (X-M)= ekspor-impor, ini penting untuk di ketahui karena kita akan membahas 2 (dua) segmen  hutang yaitu hutang LN swasta dan hutang LN pemerintah.
1.2.POSISI HUTANG INDONESIA
1.2.1.      Hutang Luar Negeri Pemerintah (NI=G).
Khusus untuk hutang luar negeri pemerintah yang merupakan hutang yang dilakukan atas assistensi pemerintah dan digunakan untuk pembiayaan proyek-proyek pemerintah yang di lakukan untuk kepentingan dan kemakmuran rakyat.
1.2.1.1.Posisi hutang luar negeri pemerintah indonesia.
Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan yang dikutip vibiznews.com, Selasa (16/04/2013) total utang pemerintah Indonesia hingga Maret 2013 mencapai Rp 1.991,22 triliun dengan rasio 24,1% terhadap PDB.
Dari jumlah tersebut, Rp 588,38 triliun merupakan utang luar negeri yang didapat dari beberapa negara dan juga lembaga-lembaga multilateral. Utang luar negeri ini terus turun dibandingkan akhir 2012 yang sebesar Rp 612,52 triliun.
Tahun ini, nilai belanja APBN mencapai Rp 1.683 triliun. Defisit anggaran tahun depan ditetapkan 1,65% terhadap PDB atau Rp 172,8 triliun, karena penerimaan negara lebih kecil, Untuk menutup defisit tersebut, DPR membolehkan pemerintah menambah utang baru hingga Rp 161,4 triliun.
Ada 3 negara dan 3 lembaga yang paling rajin memberi utang kepada pemerintah Indonesia, antara lain :
3 Negara Terajin Memberi Utang Kepada Indonesia :
1. Perancis, Jumlah utang meski turun tipis dari Rp 21,3 triliun di akhir 2012, namun secara keseluruhan total utang Indonesia ke Perancis hingga Maret 2013 sebesar Rp 21,03 triliun.
2. Jerman, Jumlah utang meski turun dari akhir 2012 yang jumlahnya Rp 20 triliun namun secara keseluruhan total utang Indonesia ke Jerman hingga Maret 2013 sebesar Rp 19,43 triliun.
3. Jepang, Jumlah utang meski turun dari akhir 2012 yang jumlahnya Rp 254,64 triliun namun secara keseluruhan total utang Indonesia ke Jepang hingga Maret 2013 sebesar Rp 235,16 triliun atau yang terbesar.
3        Lembaga Terajin Memberi Utang Kepada Indonesia :
1. Bank Dunia, Jumlah utang Indonesia naik tipis dari akhir 2012 sebesar Rp 122,14 triliun. Secara keseluruhan total utang Indonesia ke Bank Dunia hingga Maret 2013 sebesar Rp 122,38 triliun.
2. Asian Development Bank (ADB), Jumlah utang Indonesia turun dibandingkan akhir 2012 sebesar Rp 100,34 triliun. Secara keseluruhan total utang Indonesia ke ADB hingga Maret 2013 sebesar Rp 98,24 triliun.
3. Islamic Development Bank (IDB), Jumlah utang Indonesia turun dibandingkan akhir 2012 sebesar Rp 5,05 triliun. Secara keseluruhan total utang Indonesia ke Islamic Development Bank (IDB) sebesar Rp 4,93 triliun.
“Namun kondisi hutang pemerintah telah ditanggapi oleh pemerintah sejak tahun lalu, melalui PERPRES, Presiden SBY telah menetapkan pembatasan pinjaman luar negeri yang membebani APBN/APBD. Melalui kebijakan tersebut tampak sejumlah utang luar negeri pemerintah Indonesia yang terus menurun dan menggantinya dalam bentuk surat utang atau obligasi yang di terbitkan sebagai surat utang negara (SUN).”
1.2.2.      Hutang Luar Negeri Swasta.
Khusus untuk hutang luar negeri swasta yang merupakan hutang yang dilakukan atas atau tanpa assistensi pemerintah dan digunakan untuk pembiayaan proyek-proyek swasta yang di lakukan untuk kepentingan produksi dalam bentuk faktor-faktor produksi (modal) yang  dilakukan perusahaan BUMN, BUMD, BUMS dalam upaya melakukan ekspansi bisnis dan perluasan market share.
1.2.2.1.Posisi utang luar negeri swasta.
Berdasarkan data Bank Indonesia hingga Januari 2013, total utang luar negeri swasta, baik bank maupun bukan bank, telah mencapai US$ 125 miliar. Jumlah tersebut terdiri dari utang sektor keuangan dan jasa perusahaan senilai US$ 33,45 miliar, utang dari sektor industri pengolahan/manufaktur senilai US$ 25,67 miliar, dan sektor pertambangan senilai US$ 21,08 miliar.
“Berbeda dengan hutang luar negeri pemerintah yang menunjukan penurunan hutang luar negeri swasta justru mengalami penigkatan setidaknya itu terjadi dalam catatan selama dua tahun terakhir, menurut saya ada baiknya juga di berlakukan sistem kendali pada hutang luar negeri swasta, karena bagaimanapun dalam persfektif makro trasaksi hutang yang terlalu besar pada hutang LN swasta maupun pemerintah akan berpengaruh pada melemahnya nilai tukar rupiah/Rp terhadap USD berkenaan langsung dengan defisit neraca pembayaran”.
A.    KESIMPULAN
Meskipun sekarang indonesia sudah lepas dari krisis hutang karena besaran gross domestik produk jauh lebih dari pada besaran hutang pemerintah indonesia,  namun resesi ekonomi akibat utang masih mengancam melalui sektor hutang luar negeri swasta Itu dikarenakan indonesia yang merupakan negara berkembang yang menyebabkan banyak pihak yang menginginkan ambil bagian dipasar regional indonesia dengan cara mengalihkan modalnya secara besar-besaran ke pasar indonesia yang menyebabkan ketimpangan neraca pembayaran dan mendorong terjadinya tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar/USD. Jadi dapat di ketahui cara pengurangan nilai hutang yang diambil pemerintah indonesia adalah dengan cara; meningkatkan produktifitas nasioanal; dengan menambah faktor produksi dari dalam negeri maupun dari luar negeri berupa modal asing dengan catatan; akan melakukan impor apabila didalam negeri belum ada atau belum mencukupi contoh; kerja sama alih teknologi  dan kerjasama dalam bentuk korporasi lain.
Dapat diwujudkan dengan cara;
1.      Menegaskan regulasi tentang permodalan dan korporasi asing dalam membentuk tatanan ekonomi yang kondusif.
2.      Meningkatkan transfarasi anggaran dan korporasi proyek-proyek pemerintah.
3.      Mempersiapkan SDM terlibat dalam aktivitas ekonomi.
4.      Agar pemerintah sedapat mungkin mengurangi ketergantungan APBN dari pinjaman luar negeri.
5.      Agar Pemerintah segera Menurunkan bunga sertifikat Bank Indonesia danv mendorong bank-bank nasional agar lebih intensif mengucur kredit sehingga sektor riil dapat bergerak yang pada giliran akan menciptakan lapangan kerja dan memperbaiki perekonomian nasinal secara keseluruhan.

6.      Agar Pemerintah lebih mengefisienkan birokrasai Pemerintah dengan jalan Merestrukturisasi birokrasi pemerintah yang sudah sangat gemuk sehingga dirasa telah memberatkan anggran pemerintah.
CATATAN INDONESIA UNTUK TEMOR LESTE
Uraian artikel sebelumnya menunjukkan sejarah dan dampak yang ditimbulkan oleh hutang luar negeri terhadap indonesia. Semua rekor ini sudah didokumentasi oleh banyak kalangan internasional. Sehingga sangat disayangkan bahwa di saat semua penduduk di negara-negara berkembang sudah menyadari akan bahayanya hutang luar negeri, Timor-Leste justru menjerumuskan diri kepada sebuah “siklus setan” yang ujungnya tidak jelas tersebut, seharusnya pengalaman indonesia dan negara-negara berkembang serta dinamika hutang global dapat dijadikan pelajaran bagi timor leste dalam mengambil kebijakan hutang.
Tidak mudah mendapatkan informasi mengenai hutang luar negeri Pemerintah Timor-Leste yang cendrung tertutup untuk memberikan informasi secara detail mengenai berbagai kondisi dari utang tersebut, tetapi indikasi ini terlihat jelas dengan adanya aliran dana dari portugal yang berkedok pinjaman dan sebesar 40% dari uang itu akan digunakan untuk membeli bahan-bahan dari Portugal.  Itu belum terhitung dengan jumlah tenagara kerja atau yang nota bene “ahli” yang akan didatangkan dari Portugal. Meskipun 60% diklaim akan digunakan untuk membelanjakan bahan-bahan di Timor-Leste, tetapi yang jelas bahwa sedikit yang dapat di ekplorasi untuk ekonomi lokal, karena Timor-Leste adalah negara baru dengan produktifitas rendah. Jadi bisa di tebak 60% itu mungkin akan menyerang ke negara-negara seperti Indonesia, Australia, Singapure.
Disisi lain Adanya indikasi timor leste untuk menambah hutang dari cina secara tidak langsung itu mengilustrasikan bahwa temor leste mulai gerah dengan beban hutang dari portugal yang meliliti mereka dan mereka akan membuka rekenig kredit baru untuk menutup hutang dari portugal dengan kandidat utamanya adalah cina, padahal catatan merah negara-negara berkembang dengan aliran pinjaman dari cina sudah cukup untuk menjadi referensi untuk tidak mengambil tawaran itu.
Ketertutupan Pemerintah temor leste untuk analisis mereka membuat situasi menjadi lebih sulit, karena banyak orang Timor-Leste tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran para pemimpin mereka. Namun dilihat dari kaca mata negara-negara yang memberikan utang, baik itu Cina maupun Portugal, mata mereka sedang tertuju kepada minyak. Sayangnya hingga sekarang, perhitungan Pemerintah mereka tentang harga minyak di masa depan, jangka waktu pembayaran, serta bunga dari utang dan kondisi lain yang terlampir dalam utang ini belum mengemuka ke publik, padahal sudah cukup pengalaman tentang meksiko yang terjerat hutang akibat kekayaan kandungan minyak di perut bumi di regional mesiko.
Tapi disisi lain pemerintah timor leste dihadapi pada kenyataan bahwa mereka harus segera mentranformasikan kekayaan alam mereka secara rill seperti membangun jalan tol, pusat listrik, pelabuhan, lapangan udara. Namun, kita belum dijelaskan, apa yang akan dihasilkan dari semua ini untuk mengembalikan uang untuk membayar kembali utang, Pemerintah kemungkin berargumen bahwa rakyat Timor-Leste membutuhkan jalan raya yang bagus untuk membawa produk mereka untuk dipasarkan di Dili. Tentu saja, tidak ada orang Timor-Lese yang menolak akan pentingnya jalan raya, listrik, dan infrastruktur lain, namun perlu di ingat bahwa dari 70% negara berkembang sekarang adalah negara yang pernah terpukul akibat pembengkakan hutang luar negeri itu artinya tidak banyak negara yang mampu mengelola hutang dengan benar.
Meskipun temor leste terus mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang mengagumkan menurut berbagai sumber dan catatan ekonomi internasioal, “entah karena apa adanya atau atau karena ada apanya?” Namun menurut saya kemungkinan besar di sebabkan karena keterbatasan informasi yang masuk ke kami ataupun yang masuk ke badan survei ekonomi internasional.
Terlepas dari semua itu, kenyataanya perdana menteri temor leste menyatakan secara ekplesit kepada negara sahabatnya dan sekaligus mentornya “indonesia” melalui pertemuan kenegaraan dengan SBY presiden RI di istana negara seperti yang di kutip detik.finance dan meyatakan bahwa; “mereka dalam tekanan hutang luar negeri” perdana mentri temor leste sempat terkejut ketika mendangar jika pemerintah indonesia sudah mengetahui hal itu, selain meminta tanggapan dengan konsultasi langsung terhadap posisi hutang dan ekonomi temor leste juga di bahas mengenal kerja sama potensial kedua negara dan sempat mengemuka bahwa akan ada beberapa perusahaan plat merah indonesia yang akan berekspansi kesana, namun sampai sekarang belum ada “ dikarenakan perseroan sadar bahwa ekonomi temor leste belum memiliki fundamental (strategi stabilisasi) sebaik negara-negara tetangga lain di regional asia tenggara”.
2.1.KESIMPULAN
Untuk saat ini tidak ada pilihan lain bagi temor leste yang sudah terjebak dalam hutang, yang perlu mereka lakukan adalah meningkatkan akuntabilitas dan menigkatkan tranfarasi dari setiap anggaran proyek-proyek pemerintah dalam menigkatkan rasionalitas dari GDP terhadap hutang, dan itu terbukti temor leste mulai menunjukan keberhasilan menurut Buku Saku 2010 dari The Economist, Timor-Leste memiliki surplus tertinggi di dunia lebih dari 280 persen sebagai persentase dari PDB. Ekonomi mereka terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat selama beberapa tahun terakhir, dan masih menurut The Economist, Timor-Leste termasuk salah satu di antara sembilan ekonomi yang paling cepat berkembang di dunia pada tahun 2011 dan sedikit banyak itu berpengaruh terhadap Situasi politik di Timor-Leste dalam beberapa tahun terakhir menunjukan kestabilan.
Daftar Pustaka.
Artikel dan Buku
Rahardjo, Dawam, 2001, Independensi Bank Indonesia dalam Kemelut Politik, PT.Pustaka Cidesindo, Jakarta.
Steiner, George A., 1997, Kebijakan dan Strategi Maanajemen, Penerbit Erlangga, Jakarta
Swasono, Sri Edi, 1997, Pembangunan Tanpa Utang: Utang Luar Negeri dan Ekonomi Indonesia, Republika, Jakarta
Wibowo, Drajat, 2004, Optimalisasi Manajemen Itang Pemerintah, INDEF, Jakarta
Artikel dan blog online
amintintaganja.blogspot.com
Media Online
detik.finance.com
viva.news.com/viva.economic.com
antara.news/antara.economic.com

Minggu, 19 Mei 2013

ECONOMIC CHALENGES OF INDONESIA NOW 2013

Meskipun Indonesia masih bisa mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang positif, ternyata ada beberapa risiko yang akan menghantui di 2013 ini.
pertama adalah terkait ancaman inflasi akibat kenaikan bahan bakar minyak (BBM), "Jika kenaikan harga dengan premium Rp 6.500 dan solar Rp 5.500 maka inflasi sampai akhir tahun total 8,47%. Sementara andil dari BBM adalah 2,77%". Apalagi itu akan di tambah perkiraan arus distribusi dan penigkatan cost distribution karena indonesia terkenal sebagai negara kepulauan dengan jaringan tranfortasi dan infrastuktur pelabuhan yang kurang memadai jadi 2,77% hanya terhitung sebagai harga konstan, sementara secara rill andil BBM dalam inflasi di perkirakan sebesar 4,19%.
Kedua menurut saya adalah peningkatan tekanan pada anggaran pemerintah. Meski sudah ada rencana kenaikan harga BBM bersubsidi itupun masih dalam tahap pembahasan, namun masih mengkhawatirkan anggaran subsidi yang terlalu besar. "Subsidi secara keseluruhan masih sebesar Rp 300 triliun. Itu sudah dengan kenaikan. Kalau tidak kan bisa sampai Rp 400 triliun", tekanan fsikologis memang dominan sebagai pemicu tingkat inflasi dari kenaikan harga BBM “anda bayangkan saja jika harga minyak dunia 10.000,00/L dan di subsidi menjadi 4.500,00/L itu artinya lebih dari 50%/liter yang di konsumsi anda itu ditanggung oleh dapur negara, bayagkan jika ada jutaan barel minyak yang indonesia konsumsi, belum lagi ditambah dengan beban ketidak stabilan harga minyak dunia akan memukul wajah makro ekonomi, hitungan riilnya saya tidak yakin Ʃ= 400 triliun, terbukti beberapa tahun terakhir berdasarkan APBN yang di tetepkan kuota anggaran BBM subsidi 400T selalu jebol ada benarnya juga omongan saya! tapi yang perlu di garis bawahi adalah tidak banyak negara di dunia yang berani memberikan subsidi BBM (primary energy) sebesar 50% dari harga pasar global, jikapun ada itu di lakukan negara kaya minyak (timur tengah) bukan asia tenggara dan INDONESIA yang produksi minyaknya tidak sampai dua digit (dalam jutaan) barel per hari.hha,lucu!
Ketiga adalah Keinginan pemerintah untuk menigkatkan harga BBMpun diprediksi tidak mudah, karena sebuah proses demokrasi penyampaian/orasi aspirasi rakyat yang menderita akibat tingginya tingkat inflasi terutama mereka yang berpendapatan tetap (unprogres income) akan memepengaruhi kestabilan politik dimana terjadi demo dimana-mana dan banyak energi terbuang serta diskusi yang tidak produktif yang melibatkan berbagai element masyrakat.
kempat adalah terkait ketidakseimbangan sektor eksternal yang dipicu oleh meningkatnya impor migas. saya perkirakan neraca perdagangan Indonesia (NPI) sektor migas kembali mencetak defisit ini pun akan langsung berdampak pada nilai tukar rupiah (NTR). "Kalau tidak ada kebijakan khususnya BBM, tekanan terhadap rupiah betul-betul terjadi" dan dala jangka pendek pemerintah harus terlibat dalam riil ekonomic dengan cara pembelian surat-surat berharga untuk menambah jumlah uang yang beredar menurunkan suku bunga dalam mendorong investasi publik serta meringankan tekanan terhadap rupiah (saya rasa untuk sementara itu cukup untu mmeredamnya),  ada untungnya juga negara ini masih punya banyak surflus anggaran sebesar 105 miliar USD nilai yang fantastis tentunya tidak banyak negara yang memiliki surflus anggaran sebesar indonesia.
ke lima adalah peningkatan utang luar negeri swasta. Dalam 2 tahun terakhir saya mencatat peningkatan sebesar 50%, dimana sekarang mencapai US$ 125 miliar. Walaupun itu banyak dilakukan oleh perusahaan multinasional, namun menurut saaya tetap akan berdampak buruk pada perekonomian nasional. "Jadi utang luar negeri swasta yang naik cepat ini mengkhawatirkan, diantara utang pemerintah yang stabil, utang swasta malah nambah".
Melihat resiko tersebut, saya memproyeksi pertumbuhan ekonomi akan berada pada kisaran 6,1% tahun 2013. Artinya dibawah target pemerintah yang memberikan range 6,2 - 6,4%.
Namun setidaknya masih bertahan di posisi 6% itupun sebuah prestasi luar biasa, bukan tanpa alasan BBM yang merupakan bahan baku primer itu bakal terus di konsumsi oleh RT konsumsi, RT produksi, RT disribusi meskipun harus berakibat pada tingginya anka inflasi namun dapat diimbangi dengan pertumbuhan masyrakat kelas menengah mereka di yakini mampu berperan sebagai stabilisasi sekaligus kunci fundamental ekonomi kawasan indonesia khusunya.

Minggu, 24 Maret 2013

PERTUMBUHAN INDUSTRI PENERBANGAN INDONESIA


Perebutan kelas menengah di dirgantara indonesia

“Perebutan kelas menengah dan atas di dirgantara indonesia” kata itulah yang sangat objektif untuk mengambarkan bertapa ketatnya persaingan dilangit indonesia, mengapa demikian?

keberhasilan pembanguna ekonomi indonesia telah memukau dunia dan banyak menuai pujian serta perbincangan dikalangan pengamat ekonomi dan instansi nasional maupun internasional, dalam hal ini; berdasarkan rilis Bank Dunia menyebutkan pertumbuhan kelas menengah di Indonesia sangat cepat. Setiap tahun kelas menengah tumbuh 7 juta setiap tahunya Laporan tersebut menyebutkan juga bahwa terjadi pergeseran yang menakjubkan dalam kelas menengah ini, tahun 2003 jumlah kelas menengah adalah 37,7 persen dari jumlah penduduk menjadi 56,5 persen pada tahun 2012 artinya ada sekitar 147 juta orang indonesia tidak miskin lagi. kelas menengah adalah kelompok manusia yang berpenghasilan  US 1000$/bulan sampai US 5000$/perbulan, atau pendapatan diperkirakan 10 juta ke samapai 50 juta/bulan,(middle income) diatas garis kemiskinan. Mereka adalah kelompok orang yang tidak lagi berpikir makan apa besok?, apa anak-anak mereka masih bisa makan?, bagaimana mencari makan? Mereka melakukan pertimbangan berdasarkan life style (semi hedoisme), produktifitas, mobilitas dan kuwalitas, serta kuantitas adalah pertimbangan ekonomi mereka.

Fenomena ekonomi inilah yang ditanggapi positif utamanya dalam hal mobilitas oleh maskapai-maskapai penerbangan tanah air, baik itu maskapai plat merah (BUMNindo) dan BUMN aing, swasta nasioanal maupun asing. Itu terlihat dari pergerakan cepat para maskapai maskapai itu dalam hal transaksi dan pembelian pesawat, ini tergambarkan oleh apa yang di lakukan oleh maskapai swasta asal indonesia LION AIR setelah pada tahun 2010 mencatatkan rekor transaksi berupa 230an pesawat berbagai tive dari BOEING sebagai raksasa produsen pesawat asal AMIRIKA SERIKAT, kini di 2013 LION AIR kembali berulah dengan mencatatkan rekor fantastis lewat pembelian 230an pesawat berbagai tive dari AIRBUS raksasa produsen pesawat EROPA asal PRANCIS, ini bukan hanya memperlihatkan agresifitas di pasar penerbangan di indonesia, ASEAN dan pasar penerbangan GLOBAL tapi lebih dari itu melibatkan kedua raksasa produsen pesawat DUNIA, yaitu BOEING dan AIRBUS, di perkirakan nilai transaksi yang fantastis ini bisa langsung mengBAILOUT atau memulihkan ekonomi, salah satu negara eropa yang sedang dilanda krisis finansial seperti CYPRUS ini bukan sekedar guyonan para ekonom ini sesuai dengan realitas yang ada, namun kenyataan yang apa dilakukan lionair ini mudah sekali diterka apa maksud LION AIR ialah untuk memancing kedua raksasa produsen pesawat ini untuk menawarkan keuangulan produk masing-masing, Yang menang sudah pasti yang berkwalitas (efektipitas dan efesiensi) sehingga menghasilkan produktifitas inilah yang di inginkan oleh CEO LION AIR @RUSDI KIRANA, selain berhasrat besar untuk melakukan ekspansi dan menguasai pasar penerbangan ASEAN. perlu diketahu ini juga dilakukan oleh maskapai penerbangan lain yang beroperasi di indonesia, belum lagi ditambah dengan pasokan dari produsen pesawat non-unggulan seperti ATR, Sukhoi, Cassa (spanyol) dan Dirgantara Indonesia (PT DI) ataupun produsen pesawat swasta lain, kepada maskapai-maskapai pernerbangan lain yang beroperasi di indonesia.

Lihat gambar pesawat yang dipakai maskapai yang beroperasi di indonesia.



Berbicara kembali pada pangsa pasar LCC (low cost carrier) dan persainagan khususnya indonesia selama ini diramaikan oleh beberapa maskapai diantanya; Lion Air, Air Asia, Garuda, Mandala, Sriwijaya, Susi Air, Wings Air, Batavia air, Merpati air dan lain-lain belum lagi ditambah pendatang baru Citylink, Malindo, Dan Batik Air dan lainya itupun masih jauh dari kata cukup mengambarkan sekali bertapa tingginya permintaan jasa tranfostasi udara ini, anda bisa melihat bertapa sengitnya persaingan di dirgantara indonesia untuk melakukan full service pada setiap costomers, Industri jasa penerbangan memang lagi prosfektif untuk masuk dalam pertimbangan para milioner dan bidikan serius para taipan di dunia khususnya negara berkembang di asia.

Sabtu, 23 Maret 2013

TOP10 TIPS INVESTASI DAN MENJAUH DARI INVESTASI BODONG


Tahun 2012 telah berakhir dan jilid 2013 sudah terbuka.
Jika anda tahun lalu tidak sempat memaksimalkan investasi, tahun ular ini bisa menjadi saat yang tepat untuk memulai. Anda bisa lihat setahun ke belakang, apa saja yang sudah dilakukan dan belum. Masukan semua yang belum bisa anda lakukan ke dalam resolusi tahun baru 2013, terutama resolusi yang bisa membuat investasi anda makin gemuk. Atau bagi anda yang belum pernah berinvestasi, tahun 2013 bisa jadi garis start anda. Beberapa dari kita mungkin gampang lupa akan resolusi atau janji di awal tahun baru karena kurang disiplin atau malas untuk meneruskannya setelah berjalan beberapa minggu. Beberapa tips untuk resolusi tahun politik dan ekonomi, ini tidak begitu sulit dilakukan. Anda hanya perlu niat dan konsisten menjalankannya. Lagipula, semua ini dilakukan demi pertumbuhan investasi anda.
1.      Ambil kendali masa depan anda.
Jika anda sudah muak dengan target investasi anda yang ternyata tidak sesuai harapan, Anda harus siap untuk mengambil kendali atas target finansial anda. Jangan sampai bergantung kepada orang lain untuk mencapai target investasi tersebut. Dengan banyak belajar, anda bisa menguasai berbagai instrumen investasi tanpa harus bergantung kepada perencana keuangan profesional.
2.      Punya rencana investasi yang matang.
Setelah banyak belajar dan mengumpulkan informasi mengenai jenis investasi, rancang rencana investasi anda untuk tahun 2013. Lakukan semua yang ada dalam rencana tersebut secepat dan sebanyak mungkin. Anda bisa mulai dengan membeli emas, saham atau reksa dana.
3.      Alokasi aset harus jadi prioritas.
Bagaimana anda membagi-bagi aset ke dalam instrumen investasi sangat mentukan imbal hasil yang anda peroleh nanti. Diversifikasi investasi merupakan poin yang sangat penting dalam menumbuhkan uang. Kebanyakan orang masih dibingungkan dengan instrumen investasi mana yang paling baik dan mana yang tidak, akhirnya malah ketinggalan. Tanya diri anda sendiri di jenis investasi apakah aset anda sebaiknya disimpan.
4.      Punya manajemen risiko sendiri.
Kira-kira anda siap rugi berapa banyak? Sebelum itu, pastikan anda paham betul bahwa setiap investasi ada risikonya,  setelah itu tinggal menentukan tinggi dan rendahnya risiko tersebut dalam sebuah instrumen. Melakukan diversifikasi investasi merupakan bagian dari manajemen risiko. Tentukan batas-batas supaya jalur investasi anda tidak melenceng.
5.      Punya strategi investasi.
Sangatlah penting untuk memiliki strategi yang tepat dalam berinvestasi, sehingga anda tahu bagaimana memilih instrumen yang tepat. Anda juga bisa kalau anda itu jenis investor seperti apa. Apakah, jangka panjang, pendek atau menengah. Seorang investor yang baik tidak hanya terpaku pada satu strategi, tapi biasanya punya metodologi yang konsisten dan sangat mengerti alasan memilih salah satu instrumen.
6.      Tahan biaya investasi seminimal mungkin.
Biaya investasi yang murah menjadi awal yang baik demi imbal hasil tinggi. Jangan biarkan fee broker yang tinggi menggerus investasi anda. Cari investasi dengan biaya rendah tapi imbal hasil cukup tinggi di atas inflasi tahunan.
7.      Pilah jalur aman untuk investasi.
Memilih jalur aman memang untuk investasi karena ini sangat tergantung pada fundamental ekonomi apalagi pada saat over dan kejenuhan pasar, jalur aman memang bukan hanya mengenai strategi investasi melainkan jalur hijau untuk memprioritaskan dana untuk anda tarik dan anda alokasikan, jika sudah mendapatkan pilihan untuk anda bermain secara agresif dalam mengelembungkan dana serta memilih timing yang tepat untuk anda melakukan profit taking. Saya berika satu gambaran paling aman adalah untuk anda bermain yaitu investasi emas serta barang-barang capital tetap seperti uang asing (dollar), ataupun tanah, saya garis bawahi untuk menyimpan mata uang asing pada saat harga tinggi sangatlah beresiko, apalagi ditambah neraca perdagangan yang tidak stabil hanya akan mempersempit kesempatan anda dalam melakukan profit taking dan memebuat menggelembungan dana, jika harga mata uang asing relatif rendah ini wajib masuk dalam pertimbangkan anda.
8.  Amati fenomena ekonomi.
Mengamati fenomena ekonomi merupakan santapan wajib bagi anda baik sebagai pemula maupun pelanjut, situasi ekonomi regional, Nasional, dan global berpengaruh langsung pada iklim investasi, jangan biarkan investasi anda autopilot dan berjalan sendiri, misalkan menyimpan uang asing itu sangat tergantung pada neraca perdagangan dan neraca pembayaran, artinya anda harus melihat dinamika yang terjadi sehingga menimbulkan prosfek bagi anda, sesungguhnya dinamika yang terjadi itu memancing kedewasaan, dan dibutuhakan sikap yang dinamis dari anda sendiri.

9.      Cari bala bantuan.
Tidak ada yang mengharuskan anda bergerak sendirian. Investasi itu mungkin menjadi milik anda sendiri, tapi bukan berarti anda tidak bisa meminta saran dan masukan dari orang lain. Ada banyak sekali informasi maupun pihak yang bisa membantu anda menghasilkan uang dari instrumen investasi tertentu. Lebih baik lagi jika anda bisa menemukan orang dengan filosofi dan minat berinvestasi yang sama, sehingga bisa saling bertukar pikiran dan pengalaman.


10.      Ikuti Aturan.
Bukan hal yang tidak bijaksana jika anda sudah menyusun seluruh resolusi anda dengan cermat tapi tidak mengikuti aturannya dengan baik. Ikuti semua aturan main yang sudah anda susun sebelumnya. Anda bisa menjalankannya secara agresif jika sudah merasa berada di jalur yang benar. Sebaliknya, jika anda masih ragu sebaiknya jangan dilakukan karena akan membahayakan kesehatan finansial anda.
Sekian, terima kasih!

Jumat, 15 Maret 2013

MENGATASI MASALAH PERBATASAN


Indonesia merupakan negara kepulauan dengan garis pantai sekitar 81.900 kilometer, memiliki wilayah perbatasan dengan banyak negara baik perbatasan darat (kontinen) maupun laut (maritim). Batas darat wilayah Republik Indonesia berbatasan langsung dengan negara-negara Malaysia, Papua New Guinea (PNG) dan Timor Leste. Perbatasan darat Indonesia tersebar di tiga pulau, empat Provinsi dan 15 kabupaten/kota yang masing-masing memiliki karakteristik perbatasan yang berbeda-beda. Demikian pula negara tetangga yang berbatasannya baik bila ditinjau dari segi kondisi sosial, ekonomi, politik maupun budayanya. Sedangkan wilayah laut Indonesia berbatasan dengan 10 negara, yaitu India, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Republik Palau, Australia, Timor Leste dan Papua Nugini (PNG). Wilayah perbatasan laut pada umumnya berupa pulau-pulau terluar yang jumlahnya 92 pulau dan termasuk pulau-pulau kecil. Beberapa diantaranya masih perlu penataan dan pengelolaan yang lebih intensif karena mempunyai kecenderungan permasalahan dengan negara tetangga.
inilah yang mungkin membuat saya rasanya cukup tertantang mengangkat pembicaraan menganai isu perbatasan, selain karena pencaplokan wilayah oleh tetangga-tetangga nakal, hati saya juga terketuk mendengar isu ekonomi dan pendidikan disana yang menciptakan kesenjangan sosial, dan artinya ada jurang pembatas yang cukup curam untuk di daki oleh mereka secara individu tanpa dorongan dari kita semua, selain itu saya juga mendengar isu miris bahwa orang-orang kita disana lebih memilih untuk mengakui mereka adalah orang tetangga sebelah, ketimbang orang indo, coba tanya pada diri anda! "serendah dan sehina itukah anda indonesia"?
sekarang pertanyaan yang tepat adalah siapa penyebanya?, apa sebabnya?
sebenarnya pertanyaan pertama bukanlah pertanyaan yang objektif, itu hanya sebagai pelengkap yaitu pertanyaan subjektif, mengapa demikian?, iya.. sudah barang tentu jika anda orang indonesia anda akan merdiri gagah, membusungkan dada, mengangkat tangan dan berkata "saya adalah orang yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi di sana" karena itu adalah tanggung jawab kita semua sebagai warga negara dengan mendaya gunakan seluruh kemampuan kita untuk saudara-saudara kita di sana.
pertanyaan kedua mungkin tersimpulkan oleh dua kata yaitu "Kesenjangan" "sosial", kesenjangan sosial  dibagi lagi menjadi dua yaitu; pertama, kesenjangan sosial antara penduduk perbatasan dengan penduduk lain di wilayah indonsia, dan yang kedua adalah kesenjangan sosial antara penduduk perbatasan dengan penduduk negara lain yang berbatasan dengan indonesia, inilah yang sangat penting untuk segera di benahi karena ini menyangkut masalah nasionalisme dan NKRI, kalo ingin negara ini bebas dari segala gangguan baik itu ksternal maupun internal tentu dengan tanpa mengabaikan pertahanan menyangkut kekuatan militer kita sebagai "statement and powering of political" saya cuma ingin mengingatkan bahwa masalah perbatasan merupakan kompleksitas masalah sosial, jadi tidak serta merta masalah fasilitas, infrastruktur, serta alutsista adalah penyebab masalah kesenjangan sosial tersebut.
setidaknya dari kaca mata saya ada beberapa tingkatan opsi yang perlu di pertimbangkan di dalam proses memajukan daerah perbatasan:
PENDEKATAN PENDIDIDKAN
jika di lihat pendekatan pendidikan merupakan opsi yang sangat briliant, anda bisa membayangkan apa yang bisa dilakukan putra daerah mereka tanpa pendidikan, mereka yang tertinggal, terbelakang dan terpencil akan semakin terkucil apabila pendidikan mereka masih jauh dari apa yang kita harapkan, mereka bukan hanya terisolasi secara geografis tetapi mereka juga akan terisolasi dari zaman, peradaban karena ketidak berdayaan mereka mengimplikasikan teknologi.  jangan dulu langsung berpikir bagaimana mensejahterakan mereka, tanpa proses dan tahapan yang tepat seperti ini, karena ini hanya akan menjadi isapan jempol belaka!, "jangan kayakan mereka dulu apabila jiwa mereka belum cukup kaya", karena jika tidak, kekayaan material mereka akan membunuh jiwa mereka dan sudah barang tentu negara ini belum cukup kaya untuk untuk memberikan bantuan langsung tunai kepada setiap warga miskin secara terus menerus, masalah yang perlu negara ini pikirkan adalah bagaimana memaksa mereka untuk menjadi kaya, tentu juga harus diimbangi dengan penyediaan infrastruktur yang memandai untuk proses penetrasi pendidikan ini agar berjalan baik, jika ini sudah berjalan dengan tepat guna maka tugas selanjutnaya adalah menopang tahapan lanjutan yaitu dari pendekatan ekonomi, terlihat jelas memang, bahwa apa yang saya sampaikan ini mengambarkan kita akan "menyelam sambil minum air" lewat proses pendidikan kita perlahan mencoba menawarkan opsi regulasi ekonomi yang tepat.
PENDEKATAN EKONOMI
Pendekatan ekonomi memang tidak semudah apa yang kita bayangkan bahkan bisa di bilang sangat rumit atau bahkan berkenaan dengan vitalita, karena apa ketika kebijakan regulasi yang salah akan sangat menghambat kita ke tinggkat lanjut, ini juga memerlukan sebuah proses yang sistematis karena kalo tidak perekonomian liberal akan mendandani wajah perekonomian kita, saya berikan sedikit gambaran saja, ketika sumberdaya manusia (SDM) kita belum siap, tapi pemerintah sudah membuka peluang investasi besar-besaran ini otomatis akan menyebabkan  monopoli agraris, industri, jasa atau bahkan niaga dimiliki satu orang atau sekelompok dinasti berkantong tebal dan pada saat itu juga perekonomian kita menjadi sangat labil, fundamental ekonomi kita akan melemah. dan kita kembali pada peradaban kelam perjalan bangsa ini ketika dikuasai oleh pemerintah kolonial sebuah kemunduran yang jauh dari apa yang kita harapkan, jauh dari dugaan. jadi ekonomi bukan hanya tentang bagaimana mensejahterakan, dan pembangunan tapi bagaimana menjadikan ekonomi sebagai sebuah simbol semangat kenegaraan, semangat kemandirian. masalah ekonomi memang menyediakan beberapa pilihan genius yaitu kewirausahaan dan koperasi. karena tidak selamnya trend bursa efek kita menghijau berupa investasi portofolio yang dominasi oleh pemain asing, koperasi dan kewirausahaan adalah tongkat paling sempurna ketika wajah perekonomian kita mulai mulai buram.
apa sekarang anda bisa membayangkan ketika ini berhasil di jalankan, ketika sudah mencapai tingkat pendekatan perekonomian, dan pembangunan akan menjadi hal yang sangat realistis untuk dicapai, rasa damai, kesehatan, kesejahteraan akan menjadi sebuah simbol baru bagi negara (warga negara) yang sudah merdeka sejak 68 tahun lalu ini, artinya apa? kita tidak hanya mengandalkan kekuatan militer dalam berpolitik luar negeri, tetapi kita sudah memiliki alat super therafi untuk membuat negara lain bertekuk lutut di hadapan kita, boro-boro ingin memprovokasi kita, kita lewat di depan mereka saja mereka mengangkat topi dan menundukan kepala. boro-boro mencari masalah dengan kita mereka malah berkirim surat cinta dengan kita. "inilah kekuatan dari PERDAMAI yang sesungguhnya yang diingikan oleh setiap warga negara dan negara pada umumnya di dunia.
lewat kutipan ini saya juga dengan tegas menyampaikan pada setiap lulusan PT dan kalangan akademis, para ulama-ulama agar tidak lagi canggung atau bahkan sungkan untuk menerima tawaran bekerja jika di tempatkan di wilayah terpencil, tertinggal dan terbelakang khusunya perbatasan demi terwujudnya visi/misi bersama untuk pembangunan, "mari kita berfikir positif dengan mengambil peluang sekaligus tantangan yang akan ada kedepanya" .
saya juga ingin menyampaikan bahwa kutipan ini tidak bermaksud untuk melakukan provokasi kepada pihak-pihak terkait, seperti yang di lakukan mantan perdana mentri malay beberapa waktu lalu, kutipan ini hanya sebagai gambaran dan harapan untuk kita menyonsong sebuah era baru dalam perwujudan perdamain dunia. salam DAMAI dan TERIMA KASIH!

Jumat, 22 Februari 2013

POLITISASI DAN LIBERALISASI EKONOMI BUKAN PANCASILA


"kebijakan ekonomi"
mau dibawa kemana ekonomi kita? jika di pandang UUD 1945 pasal 33 ayat 1,2,3 sudah sangat tegas dan jelas, buktinya UUD ini belum pernah mendapatkan gonjang-ganjing dari berbagai element, namun lihat saja pengimplikasianya sudah cungkir balik, tidak tahu lagi mana kepala mana kaki, mana gurunya mana muridnya. yang seharusnya koperasi menguasai sektor potensial, dan pemerintah menguasai sektor vital, demi menjaga agar pihak swasta atau pihak asing bermain tidak lebih dominan dan menguasai hajat hidup orang banyak.
dimana sektor potensial lebih banyak dikuasai swasta dan asing lihat saja bertapa menggenaskanya kondisi pertanian, perkebunan, perternakan, perikanan kita, misalkan saja; dominan pertanian CPO di kalimantan barat di kuasai swasta dengan rincian kurang-lebih 57% dikuasai swasta asing, dan sisanya 39% dikuasai swasta nasional, pertanyaanya dimana peran pemerintah kita melalui BUMN/BUMD?, dimana koperasi kita?, diperparah lagi swasta nasional pengelolaanya hampir sama dengan swasta asing karena mereka berlomba-lomba mengejar profit dan semata-mata profit oriented, boro-boro mau berekspansi ke sektor CPO hilir, karena biaya ekspansi mahal mereka memilih jalan pintas yaitu mengekspor sawit mentah ke negara tetangga untuk diolah dan di impor kembali ke kita setelah menjadi barang jadi, seharusnya di sinilah pemerintah harus masuk memfasilitasi industri hilir, ini malah dibiarkan begitu saja. kita rugi  banyak disini; sudahlah kita tidak dapat nilai tambah dari produk hasil bumi kita, masih saja, negara kita menanggung beban dari dimensi neraca perdagangan, tragisnya lagi apa? penduduk lokal hanya menjadi gelandangan dirumah sendiri, mereka mengemis-ngemis meminta pekerjaan padahal hasilnya tidak sebanding dengan keringat yang mereka keluarkan, karena apa?, paling-paling mereka hanya menjadi buruh tani ataupun babu para konglomerat karena mereka hanya lulusan SD,SMP,SMA sederajat atau bahkan non akademik, bakat alam mereka adalah bertani tapi lahan-lahan mereka sudah di kontrakan kepada swasta atau bahkan di jual, jangankan sejahtera, mereka bahkan gagal menyekolahkan anak-anak dan generasi muda kita yang mungkin menerima tongkat estafet bagsa, karena kebanyakan mereka sudah tua renta, harus menaggung beban ekonomi yang merupakan imbas kebijakan yang salah dari pemerintah. kebijakan ekonomi seperti apa ini? jelas-jelas ini salah pemerintaah, yang terlalu longgarnya regulasi, terbuka serta memeberi celah dalam sektor se-potensial ini, dan pemerintahlah yang harus bertanggung jawab "INI SUDAH SANGAT KRONIS DAN BUTUH KEBIJAKAN CEPAT DAN TEPAT".
Sekarang sektor vital mulai TERENDUS/tergerus oleh pihak swasta asing lihat saja sektor energi dan pertambangan kita, seolah NKRI tidak menjadi bahan pertimbangan sektor sevital ini, setelah terkuaknya kasus PT. FREE port, pemerintah baru merasa jenggotnya dibakar, dan jangan sampai kejadianya seperti sektor potensial diatas! bisa benar-benar LIBERAL perekonomian kita, dan bukan lagi sestem ekonomi CAMPURAAN ATAU PANCASILA.
Nah...pertanyaanya dimana letak peran KOPERASI? koperasi hanya bermain di lini paling buncit, ya.. paling-paling lembaga keuangan, CU (credit union), industri kreatif BATIK, sampai WAYANG, berapa sih nilainya? ya,,nilainya juga paling buncit.
pemerintah sumringah produk ekspor industri kreatif buncit, dengan pencapaian pertumbuhan ekonomi mencapai 6%, dan surflus perdagangan barang mentah (hasil bumi NKRI). bangga dan puaskah mereka dengan ini, padahal ini bukan sebuah pencapaian hanyalah kenyataan yang tidak manis tapi tragis, apalah ini sama sekali tidak mencerminkan kesejahteraan rakyat (real ekonomic) toh..yang rakyat kita pegang cuma industri kecil-kecilan, ini hanyalah berkat karpet merah yang pemerintah hamparkan di istana, serta lampu hijau di bursa efek indonesia (BEI) bagi para investor-investor besar dari negara-negara sahabat, sekaligus membuka ladang politik baru dalam mengisi kantong-kantong segar para kader pada persaingan PEMILU, PADAHAL investor itu hanya berniat memeras SDA kita hingga habis sampai kita harus mengimpor untuk mendapatkanya.
sekarang kita mulai tergantung pada mereka, dan jika tidak ada mereka (investor), ekonomi kita bisa mampet atau bahkan krisis ekonomi bisa membayangi kita, anda bayangkan saja apa yang terjadi apabila investor itu menarik investasi di kita bisa berantakan perekonomian kita, bahakan ketika UMP mau di naikan saja para investor berani mengeluarkan kartu TRUBS, dengan menjancam akan menarik semua investasi mereka dari wilayah indonesia, dan apa yang terjadi? pemerintah bela-belain merayu mereka agar tidak menarik investasi di indonesia. nah baru sadar kalo kita sudah makan obat yang tidak sesuai dengan resep dokter (para ekonom kita).
jadi kesimpulanya saya mohon dengan sangat, jangan sampai kebijakan ekonomi kita disalah gunakan, kita harus bisa memisahkan dan memahaminya secara substantif mana dapur politik, hukum, ekonomi, budaya, sosial. jangan campur adukan politik dengan ekonomi karena akan terlihat samar-samar mana yang benar mana yang salah.
sekian terima kasih!

Rabu, 20 Februari 2013

Artikel pro dan kontra UU koperasi No. 17 tahun 2012


Saya orang sosial dan mengambil studi learning, economic, and koperation. saya terkejut ketika dalam suatu seminar ditanyakan tentang adanya UU koperasi baru, kening saya langsung berkerut, karena saya masih pakai reverensi dan UU koperasi lama yaitu UU 25/1992, saya langsung minta untuk mengklarifikasikanya sendiri, rupanya UU itu baru di sahkan hari sebelumnya, untung saja mereka mentolerirkan saya, karena kalo tidak saya akan kebinggungan mau ngomong apa!, dan setelah saya klarifikasikan dan saya verifikasikan sendiri rasanya cukup adil ketika menimbang dari berbagai asfek saya merasa keberatan dengan UU yang baru ini. Melihat perkembangan politik dan pengaruhnya di berbagai asfek sosial rasanya tidak berlebihan jika saya menyebut bahwa adanya indikasi UU ini berlatar belakang politis, berbagai kepentingan yang masuk saat pembahasan UU di kalangan legislatif. Bahkan diberbagai sektor yang strategis, penyusunan UU tidak lepas dari campur tangan pihak asing. "ya ketika saya berbicara kemungkinan siapa yang bisa mengelak, cepat ataupun lambat ini akan terbukti, tapi saya meyakini satu hal dari di sahkanya UU ini pasti menimbulkan pro dan kontra melalui diskusi yang alot dan akan melibatkan banyak pihak bukan hanya anggota legislatif yang notabene dinaungi partai politik dan kami dari dunia kampus tidak akan tinggal diam apabila UU Koperasi ini juga hanya dijadikan alat politik para penguasa di tahun politik. Perlu di ingat, Hal ini sudah terjadi sejak 1998,".
Dalam UU yang menggantikan UU 25/1992 ini dinilai tidak berpihak pada ekonomi rakyat. Bahkan ruh koperasi sebagai soko guru perekonomian rakyat seakan dimatikan. Hal ini tercermin dalam beberapa pasal dalam aturan tersebut. Antara lain pasal 1 ayat 1, pasal 50, pasal 66 ayat 1, pasal 75, pasal 82 ayat 2, dan pasal 83.
"Terutama pada pasal 66 ayat 1 yang menyebutkan adanya kewajiban penyertaan modal. Koperasi didirikan dengan azas dari, oleh dan untuk anggota. Di dalamnya ada simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan suka rela yang menjadi bentuk komitmen anggotanya. Kalau ada penyertaan modal, ini berarti memungkinkan orang dari luar nonaggota bisa mendapat hak kepemilikan atas koperasi. Ini sama saja dengan pemilik modal bisa menguasai hajat hidup orang banyak,"
Pasal lain yang dikritisi yakni pasal 50 yang menggambarkan kewenangan pengawas yang superior. Dalam UU tersebut,  hanya mengutamakan pemodal besar dan menggerus nilai musyawarah dalam rapat anggota tahunan, HAK dan Peran anggota sebagai penentu makin terpinggirkan.
Jika di banding-bandingkan UU No. 25/Th. 1992 dengan UU No. 17/Th.2012, rasanya masih cukup releven undang-undang yang lama (UU 25/1992) dari berbagai sudut pandang sosial, ekonomi, politik, hukum bahkan sosologi dan demografi.
Dari sudut pandang ekonomi-politik misalnya, Ini artinya bukankah hanya buang-buang uang, waktu, tenaga. coba saja anda kalkulasikan sendiri berapa anggaran untuk sekali pertemuan pembahasan untuk hal ini di “SENAYAN”, belum lagi di tambah kerugian waktu, tenaga, pikiran dan BOK lain, jika saya kalkulasikan anda akan terkejut mendengarnya! Bukankan tidak “Efesian” namanya apabila terjadi seperti ini, belum lagi jika ini benar-benar dihapukan bukankan akan sangat tidak “Produktif” perdebantan mereka di senayan, kurang kerjaan sekali mereka “apa hanya karena mereka mau dipandang bahwa mereka bekerja sebagai wakil rakyat?” bukan begitu caranya “gaya hidup hedonisme mereka langsung tercermin apabila cara kerja mereka seperti ini” belum selesai sampai disini, karena saya baru masuk pada pertimbangan mikro ekonominya belum analisis makro ekonominya.
Dari segi ekonomi-hukum misalnya bukankah kita punya UUD 1945 pasal 33 ayat 1,2,3 yang mengatur dan mendasari perekonomian dan badan usaha kita, yaitu: KOPERASI, BUMN, BUMS, sekarang masalahnya untuk apa adanya badan usaha (badan hukum) koperasi apabila penyelanggaraan atas modal,  hampir sama dengan BUMS dan BUMD bukan! Anda yang di senayan harus revisi ini UU kita, karena UU kita udah ngak benar!  karena toh. kita sudah kehilangan garis pembatas yang mana koperasi yang mana BUMS (firma, CV, PT), mungkin perlu diketahui juga sebelum undang-undang ini disahkan yang saya sebutkan di atas itu sudah terjadi, sudah banyak kejadianya!, saya ambilkan contoh; misalnya "saya tidak perlu sebutkan nama perusahaanya" ada perusahaan yang notabenenya berbadan hukum koperasi nakal yang mengatas namakan “koperasi” menghindari dari pengenaan pajak atupun agar mendapatkan jaminan perlindungan dari pemerintah  tetapi bentuk pengelolanya sudah seperti PT, seperti bermimpi di siang bolong melihat adanya rapat anggota (RA) jika status kepemimpinan (general menager) memiliki peran dominan, seolah keputusan tertinggi ada pada GM, bukankan perberlakuan UU seperti ini akan memperkeruh suasana.
Eonomi kita memang tumbuh pesat dalam kisaran yang cukup stabil beberapa tahun terakhir yaitu diatas 6% tapi itu tidak cukup menjadi argumentasi untuk kita  “membenarkan sesuatu yang salah, dan menyalahkan sesuatu yang benar”. Kalian ekonom-ekonom senayan yang berdalil dan berhadits sendiri tidak berdasarkan teori dan argumentasi yang cukup. Ingat dalam ekonomi makro kebijakan yang diambil pemerintah sangatlah vital dan tidak bisa diambil secara abal-abal dan akan berpengaruh langsung pada pada perekonomian rakyat. Jelas tidak tepat apabila tujuan revisi UU ini untuk memencing dan memperketat kompetitifitas perekonomian rakyat (koperasi) dengan BUMS, justru itu akan membunuh model perekonomian rakyat sendiri. 
Berdasarkan uraian di atas dapat di simpulkan bahwa: “UU tersebut memang tidak sesuai (menyalahi) dengan semangat, ruh dan asas, nilai-nilai luhur yang ada di koperasi, yang  menjadi dasar pendirian koperasi, organisasi koperasi yang selama ini digembar-gemborkan di seluruh dunia”.