A.
SEJARAH
DAN KEBUDAYAAN CINA KUNO
Sebelum kita mempelajari
sub-budaya tiongkok (cina) akan lebih baik apabila kita mengetahui sejarah
negeri tirai bambu tersebut, berikut sejarah singkatnya:
Sekitar
4300 tahun yang lalu, di Tengah daratan Asia Timur, tepatnya dekat dengan
Sungai Kuning. Terdapat aliasi suku yang dipimpin oleh dua pemimpin besar,
yakni Yan-Di dan Huang-Di. Mereka bekerja sama membentuk bangsa yang besar, bangsa
tersebut bernama "Hua" yang berarti bunga dan keindahan. Pada
abad ke-21 SM, Qi, putra Yu, seorang penguasa besar pada saat itu, membangun
Kerajaan Xia. Sejak terbentuknya kerajaan baru tersebut, bangsa Hua punya nama
lain yaitu "Xia" (Seperti merk mobil Korea, Kia) yang berarti
besar.Kemudian bangsa yang besar tersebut berubah lagi namanya menjadi
"Tianxia". Orang-orang dari bangsa Tianxia bangga pada negara
mereka, dan kemudian mereka memanggil bangsanya dengan nama "Bangsa
Tengah", yang disebut "Cina" oleh orang Barat sekarang. Kemudian
pada tahun 206 SM terbentuklah Dinasti Han Barat. Sejak saat itu, Bangsa Tengah
menjadi salah satu negara paling kuat di dunia.bangsa Tianxia dikenal dengan
julukannya “Han”, sama dengan Yunani, mereka menyebutnya dengan julukan
“Hellas”, tetapi bangsa Roma memanggilnya Greece. Seperti kata Max Weber,
“ketika kita mengingat kembali akan sejarah kuno. Kita dapat menemukan begitu
banyak kesamaan antara Cina dan Eropa, seperti kepercayaan, kesucian, revolusi,
sistem politik, puisi klasik, dan pendidikan yang dimiliki oleh kaum feodal.
Masyarakat suku cina, yang bernama Han lebih dekat komunikasinya dengan masyarakat Eropa dibandingkan Kerajaan Imperialisme Cina. Orang Han kuno sangat mengagumi kota Roma, dan mereka berkata bahwa orang-orang Eropa memiliki perawakan yang tinggi, elegan dalam tata karma, dan jujur dalam moralitas. Dengan demikan dapat terlihat bahwa nilai-nilai universal pun berlaku tidak hanya untuk orang-orang barat, namun juga berlaku bagi orang-orang timur.
Masyarakat suku cina, yang bernama Han lebih dekat komunikasinya dengan masyarakat Eropa dibandingkan Kerajaan Imperialisme Cina. Orang Han kuno sangat mengagumi kota Roma, dan mereka berkata bahwa orang-orang Eropa memiliki perawakan yang tinggi, elegan dalam tata karma, dan jujur dalam moralitas. Dengan demikan dapat terlihat bahwa nilai-nilai universal pun berlaku tidak hanya untuk orang-orang barat, namun juga berlaku bagi orang-orang timur.
Dalam penjelasan tahapan sejarah Cina kuno dibedakan menjadi
3 bagian, yakni the age of myths(Masa sebelumnya sampai Dinasti
Shang), the age of feudal states (Masa Dinasti Zhou) dan the
age of empires (Masa Dinasti Qin sampai Dinasti Ming) Tahapan tersebut
dibentuk guna memudahkan anda untuk mengenal sejarah hidup dan kemegahan dari
Cina Kuno. Pada bagian tersebut juga terselip berbagai informasi menarik,
meliputi pakaian tradisional, gaya arsitektur, ilmu kedokteran, norma dan adat
istiadat bangsa Cina. Tidak tertinggal, anda pun dapat mengetahui tentang
bagaimana proses penyebaran peradaban Cina ke Jepang dan Korea.
B.
KEBUDAYAAN
TIONGKOK (CHINESS)
TIONGKOK DENGAN SEGALA
KEMEGAHAN KEBUDAYAANYA
TEMBOK BESAR CINA (great wall of china)
Hanya memerlukan waktu lima menit untuk berdiri
di Great Wall di Cina dan Anda akan menyadari Tembok Besar China ini menjadi
dari tujuh keajaiban dunia serta membuktikan kemegahan peradaban cina. Meskipun
mencakup lebih dari 6.000 kilometer, Great Wall of China. Karena kenyataan yang
besar dinding hanya sekitar 30 kaki dilihat seperti yang anda bayangkan.
Pembangunan Tembok Besar di Cina berlangsung
selama beberapa abad dan melalui beberapa dinasti. Dinding yang besar, seperti
yang kita tahu saat ini, sebenarnya adalah hasil gabungan dari beberapa dinding
kecil yang dibangun untuk perlindungan sepanjang tahun.
Pada awalnya, bagian tembok yang dibangun dari kayu dan batu.
Belakangan, batu bata, telah dimasukkan ke dalam pembangunan tembok untuk
memperkuat dinding dan mempermudah penbangunannya. Ada yang memperkirakan,
sepanjang tahun, lebih dari 1 juta Cina meninggal dalam pembangunan Tembok
Besar ini.
The
Great Wall Of China
Pada 2004, sekitar 2 / 3 bagian
Tembok Besar ina ini telah hancur karena pengaruh cuaca, pengembang dan
pariwisata. Jika anda mengunjungi tembok ini, Anda akan menemukan bagian yang
terdekat yang diperuntukkan sebagai pariwisata. Saat ini, wisatawan dapat
berjalan dengan mudah di berbagai bagian dari Great Wall, walaupun mereka tetap
disarankan untuk berhati-hati dalam menapaki Tembok Besar Cina ini karena usia
dan kondisi bagian-bagian tembok yang berbeda . Hal ini sangatlah diperlukan
guna menjamin keselamatan para wisatawan.
IMLEK DAN FESTIVAL KEBUDAYAAN

Tahun baru imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa
yang menyuguhkan berbagai kebudayaan cina yang menarik perhatian turismen. Diantaraanya adalah
pertunjukan barongsai, barogsai adalah permainan ular laga yang di maikan oleh
dua orang atau lebih dengan mengandalkan kelincahan yang membutuhkan
kolektifitas yang tinggi.
Perayaan tahun baru imlek dimulai di hari
pertama bulan pertama (bahasa Tionghoa:正月; pinyin: zhēng yuè) di penanggalan Tionghoa dan berakhir
dengan Cap Go Meh 十五冥 元宵节 di tanggal kelima belas
(pada saat bulan purnama). Malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chúxī yang
berarti "malam pergantian tahun".
Di Tiongkok, adat dan tradisi wilayah yang berkaitan
dengan perayaan Tahun Baru Imlek sangat beragam. Namun, kesemuanya banyak
berbagi tema umum seperti perjamuan makan malam pada malam Tahun Baru, serta
penyulutan kembang api.
Meskipun penanggalan Imlek secara tradisional tidak menggunakan nomor tahun
malar, penanggalan Tionghoa di luar Tiongkok seringkali dinomori dari
pemerintahan Huangdi.
Setidaknya sekarang ada tiga tahun berangka 1 yang digunakan oleh berbagai
ahli, sehingga pada tahun 2009 masehi "Tahun Tionghoa" dapat japada
tahun 4707, 4706, atau 4646.
Dirayakan di daerah dengan populasi suku Tionghoa, Tahun
Baru Imlek dianggap sebagai hari libur besar untuk orang Tionghoa dan memiliki
pengaruh pada perayaan tahun baru di tetangga geografis Tiongkok, serta budaya
yang dengannya orang Tionghoa berinteraksi meluas. Ini termasuk Korea,Mongolia, Nepal, Bhutan, Vietnam,
dan Jepang (sebelum 1873). Di Daratan Tiongkok, Hong Kong, Macau, Taiwan, Singapura, Indonesia, Malaysia,Filipina, Thailand, dan
negara-negara lain atau daerah dengan populasi suku Han yang
signifikan, Tahun Baru Imlek juga dirayakan, dan pada berbagai derajat, telah
menjadi bagian dari budaya tradisional dari negara-negara tersebut.
TARIAN KHAS CINA
Tari
Dunhuang
tari memuat banyak cerita Buddha serta sutra Buddhis. Pada tahun 1980an para penari Republik Rakyat Cina professional meneliti beberapa fresko dan
menghasilkan jenis tarian Jalan
Sutra yang
bernama Tari Dunhuang serta banyak jenis tarian lainya.
Tarian jenis
identik dengan Buddha. peri, teratai dan dewi terbang. Berikut
adalah beberapa jenis yang paling terkenal:
Fei
Tian
Dewi Terbang (Hanzi
sederhana: 飞天; pinyin: Fei Tian) dalam bahasa Indonesia sendiri adalah salah satu tarian yang
terkenal dari Dunhuang.Sebenarnya gambaran dewi di Dunhuang adalah gambaran dewi dari India yang kemudian digabung dengan dewi
terbang mitolog Cina "Yuren".Pada akhir abad 5,
gambaran dewi itu memiliki wajah yang bulat, alis yang panjang dan mata sipit. Rambutnya disanggul ke atas dan
menggunakan selendang panjang di pundak.
Dalam Tari Dunhuang, dewi-dewi itu
terbagi menjadi dua macam. Salah
satunya adalah Dewi musik dan tarian.
Dewi ini bertanggung jawab dalam
menyediakan musik dan tarian kepada Buddha. Jenis satunya adalah Dewi bunga yang bertanggung jawab menyediakan bunga untuk ritual Buddha.
Kedua jenis ini memiliki gerakan yang
berbeda. Dewi musik dan tarian memiliki gerakan menari yang indah dan
memainkan musik. Sedangkan
Dewi Bunga memiliki gerakan menabur bunga yang
indah.
Tari Dunhuang sendiri banyak berpusat
pada dewi terbang sebagai patokan gerakan utama.
Buddha
Selain dewi-dewi, Tari Dunhuang
memiliki pengaruh Buddha yang kental. Pada tari Dunhuang Meng, penari
menggambarkan tentang kemurnian, kerendahan hati, dan kepercayaan si pembuat
fresko kepada dewa dan Buddha yang menyebabkan ia bermimpi akan kemegahan dewa dan Buddha. Tarian ini pula kental menggambarkan
kebaikan, wibawa, dan kemegahan Buddha yang penyayang.
BUSANA KLASIK
DENGAN KONSEP MENGAGUMKAN
kosep busana kerajaan cina
merupakan bukti bahwa kemegahan budaya cina tidak hanya dapat dilihat dari
bangunan fenomenal dan megah dinasti-dinasti mereka. Dari segi busana dan cara
berpakaian cina sudah menunjukan keunikan dan kemegahan yang fantastis,
menunjukan sekali kalau peradaban mereka sangat modern.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar