Konsep
dasar antropologi
Pengertian
antropologi
Pada dasarnya
antropologi adalah cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyrakat
suatu etnis tertentu. Antropologi terlahir karena ketertarikan orang-orang
eropa melihat dan mempelajari ciri-ciri fisik, adat, budaya yang ada.
Ruang lingkup antropologi
Manusia sebagai
mahluk biologis sekaligus manusia sebagai mahluk sosial atau masyrakat dengan
segala kebudayaanya dan keragamannya.
Perbedaan antropologi dengan
sosiologi
Pada dasarnya antropologi
dan sosiologi adalah ilmu yang mempelajari manusia sebagai makluk sosial
kemasyrakatan, namun secara umum yang membedakan keduanya adalah ruanglingkup
masing-masing, pada antropologi lebih
memusatkan penduduk yang merupakan kesatuan masyrakat yang tinggal di daerah
yang sama (masyrakat tunggal) dengan segala kebudayaanya dan keanekaragamanya,
sedangkan sosiologi lebih menitikberatkan dari asfek kehidupan sosialnya secara
luas.
Seperti halnya sosiologi,
antropologi juga memiliki fase-fase dalam perkembanganya. Adapun fase-fase
dalam antropologi diantaranya:
a.
Fase pertama (sebelum tahun 1800-an)
Sekitar abat ke-15 dan 16
ketertarikan bangsa-bangsa eropa semakin besar, mereka menjelajah dunia mulai
afrika, amerika, asia, hingga Australia dan menemukan banyak suku asing, dan
mencatatnya menjadi sebuah bahan-bahan yang dideskripsikan yang di sebut
etnografi dan menghimpun bahan etnografi tersebut.
b.
Fase kedua ( tahun 1800-an)
Pada fase ini, antropologi
bersifat akademis karena mempelajari masyrakat dan kebudayaan primitif dengan
maksud memperoleh pengetahuan dan pemahaman tingkat-tingkat sejarah penyebaran
kebudayaan manusia.
c.
Fase ketiga ( sebelum abad ke-20)
Pada fase ini bagsa-bangsa
eropa mulai membangun koloni di berbagai belahan dunia dan benua ( amerika,
afrika, asia dan Australia ) yang sempat menemui berbagai kendala seperti
perlawanan dari bangsa asli dan faktor cuaca yang kuran cocok, serta
hambatan-hambatan lain. Untuk itulah bangsa eropa mempelajari kebudayaan dan
kebiasaan demi kepentingan bangsa kolonial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar